Selamat Datang di Blog Sederhana ini

"mohon saran, kritik dan masukan yang bersifat membangun yaa..."

Sabtu, 20 Agustus 2011

  Gambar dan keterangan gambar yang beredar




Gambar dan keterangan gambar dari saya


Perhatikan, bagaimana 'orang yang memanipulasi' gambar di sebelah atas, menambahkan bentukan mata dan mulut. Lihat pula bagaimana sisi bawah dari bukit utama 'dipendekkan' untuk memberi kesan bentukan 'hidung'.

Tentunya tidak layak kita memakai sesuatu yang dipalsukan sebagai bukti kebesaran Allah.

Info from: alhabib (Islamic web service)

Ruhaniat


 “Agama ini kokoh dan kuat. Masukilah dengan lunak, dan jangan sampai timbul kejenuhan dalam beribadah kepada Rabbmu.” (Al-Baihaqi)

Maha Suci Allah yang mempergilirkan siang dan malam. Kehidupan pun menjadi dinamis, seimbang, dan berkesinambungan. Ada hamba-hamba Allah yang menghidupkan siang dan malamnya untuk senantiasa dekat dengan Yang Maha Rahman dan Rahim. Tapi, tidak sedikit yang akhirnya menjauh, dan terus menjauh.


Seperti halnya tanaman, ruhani butuh siraman

Sekuat apa pun sebatang pohon, tidak akan pernah bisa lepas dari ketergantungan dengan air. Siraman air menjadi energi baru buat pohon. Dari energi itulah pohon mengokohkan pijakan akar, meninggikan batang, memperbanyak cabang, menumbuhkan daun baru, dan memproduksi buah.

Seperti itu pula siraman ruhani buat hati manusia. Tanpa kesegaran ruhani, manusia cuma sebatang pohon kering yang berjalan. Tak ada keteduhan, apalagi buah yang bisa dimanfaatkan. Hati menjadi begitu kering. Persis seperti ranting-ranting kering yang mudah terbakar.

Allah swt. memberikan teguran khusus buat mereka yang beriman. Dalam surah Al-Hadid ayat 16, Yang Maha Rahman dan Rahim berfirman,

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). Janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka. Lalu, hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Hati buat orang-orang yang beriman adalah ladang yang harus dirawat dan disiram dengan zikir. Dari zikirlah, ladang hati menjadi hijau segar dan tumbuh subur. Akan banyak buah yang bisa dihasilkan. Sebaliknya, jika hati jauh dari zikir; ia akan tumbuh liar. Jangankan buah, ladang hati seperti itu akan menjadi sarang ular, kelabang dan sebagainya.

Hamba-hamba Allah yang beriman akan senantiasa menjaga kesegaran hatinya dengan lantunan zikrullah. Seperti itulah firman Allah swt. dalam surah Ar-Ra’d ayat 28.

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allahlah hati menjadi tenteram.

Rasulullah saw. pernah memberi nasihat, “Perumpamaan orang yang berzikir kepada Rabbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati.” (Bukhari dan Muslim)

Kamis, 18 Agustus 2011

"selamatkan akhlakmu"

Nasehat Guru kepada Muridnya


Wahai anakku sayang,
Semoga Allah memberimu petunjuk dan pertolongan untuk selalu beramal shalih. Sesungguhnya bagiku engkau ibarat seorang anak yang berada disisi ayah yang dicintainya. Aku akan berbahagia  bila melihat dirimu berbadan sehat, berpendirian kuat, suci hati, berakhlak mulia, menjaga adab, menjauhi perkataan tercela, lemah lembut dalam bergaul, menyayangi sesama, menolong fakir, belas kasih kepada yang lemah, pemaaf, tidak meninggalkan sholat, dan tidak menunda-nunda waktu untuk beribadah kepada Pencipta, Pemilik , Pemelihara, Penguasamu.

Wahai anakku sayang,
Seandainya engkau mau menerima nasehat dari seseorang, maka akulah orang yang pantas untuk kau terima nasehatnya. Aku adalah gurumu, pendidikmu yang membantu memelihara jiwamu. Engkau tidak akan mendapat seorangpun yang lebih mengharapkan kebaikan dirimu sesudah orang tuamu kecuali aku (gurumu).

Wahai anakku sayang,
Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi nasehat yang patut untuk dipercaya. Karena itu terimalah dengan ikhlas segala nasehatku, dan amalkanlah dalam hidupmu serta dalam pergaulan dengan teman- temanmu.

Wahai anakku sayang,
Bila engkau tidak mengamalkan segala nasehatku dalam kesendirianmu, maka engkau tidak akan dapat mengamalkannya di kala bergaul dengan teman-temanmu.

Wahai anakku sayang,
Bila engkau tidak menuruti nasehatku, siapakah yang akan engkau ikuti ?, apakah artinya engkau memaksa dirimu untuk duduk dihadapnku ?!

Wahai anakku sayang,
Sesungguhnya seorang guru menyanyangi anak didiknya yang taat dan shalih, sukakah engkau bila guru yang telah mendidikmu tidak rela dan tidak mengharap suatu kebaikan atas dirimu ?

Wahai anakku sayang,
Sesungguhnya aku sangat mengharapkanmu agar selalu beramal shalih. Karena itu bantulah aku, yaitu dengan taat dan mengikuti nasehatku.

Wahai anakku sayang,
Akhlak yang baik adalah hiasan bagi insan, baik bagi dirinya dalam bergaul dengan teman, keluarga dan sanak saudaranya. Karena itu jadilah engkau seorang yang memiliki Akhlakul Karimah, tentu setiap orang akan memuliakan dan menyayangimu.

Wahai anakku sayang,
Bila engkau tidak menghiasi ilmu dengan akhlak yang mulia, maka ilmu itu akan lebih membahayakanmu dari pada kebodohanmu. Karena orang yang bodoh dimaafkan karena kebodohannya dan tiada maaf bagi seorang yang alim (pandai) dihadapan manusia bila tidak menghiasi diri dengan akhlak yang baik.

Wahai anakku sayang,
Jangan engkau hanya menanti saran dan kritik dariku, sesungguhnya mawas diri itu lebih utama dan lebih besar manfaatnya.


   Hak dan Kewajiban terhadap Kedua Orang Tua

Wahai anakku sayang,
Ketika engkau merasa berat dalam berbakti pada ayah ibumu, maka sesungguhnya kewajiban kedua orang tuamu terhadap dirimu lebih berat dari itu semua, yang kewajiban itu nanti akan dilipatgandakan atas dirimu : “Maka janganlah kamu katakan pada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka, ucapkanlah pada mereka perkataan yang mulia. Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya serta berdo’alah : Wahai Robbku, kasihanilah kedua orang tuaku sebagaimana keduanya mengasihani aku sejak kecil “ (Al-Israa:23-24).

Wahai anakku sayang,
Lihat dan ambillah teladan dari seorang bayi serta kasih sayang orang tuanya pada anak itu. Dan lihatlah susah payah kedua orang tua dalam memelihara kesehatan anaknya, memberi makan dan minum serta menjaganya siang dan malam, di saat sehat maupun sakit. Sekarang jika engkau tahu betapa beratnya tanggung jawab orang tuamu dalam mendidik dan membesarkanmu hingga engkau tumbuh dewasa.

Wahai anakku sayang,
Sesungguhnya saat ini dirimu dikala Allah menolongku untuk menunjukkanmu jalan yang benar tidak dapat memungkiri kenikmatan pemberian orang tuamu yang tak pernah kikir dalam memberimu nafkah dengan seluruh kemampuan yang mereka miliki. Seandainya orang tuamu tidak mau memberi nafkah, tentu engkau tidak mendapat kesempatan belajar di sekolah bersama teman-temanmu.

Wahai anakku sayang,
Setiap orang tentu ingin dirinya dapat mencapai derajat yang tinggi, berkedudukan, serta dicintai Allah dan seluruh umat manusia. Mereka selalu berharap kedudukannya melebihi segala yang ada. Tetapi orang tua lebih menyukai bila anaknya dapat mencapai kedudukan (derajat) yang lebih tinggi dan penghormatan yang lebih mulia dari mereka. Lalu kewajiban apakah yang harus engkau perbuat terhadap orang yang mendahulukan kepentingan pribadinya, yang selalu mengharapkan kebaikan dirimu lebih dari harapanmu sendiri ?

Wahai anakku sayang,
Takutlah engkau membuat kemarahan orang tuamu. Karena sesungguhnya murka orang tuamu adalah murka Allah juga. Dan barang siapa membuat Allah murka (karena membuat kemarahan orang tua), maka dia akan merugi dunia akhirat.

Wahai anakku sayang,
Taatilah perintah ibumu, jangan sekali-kali membantahnya, kecuali bila mereka memerintahkanmu untuk ingkar pada Robbmu.



Dipetik dari buku - Kepada Anakku:”Selamatkan Akhlakmu”
Karangan : Muhammad Syakir

Anak Wajib Menta'ati Ibu & Bapak

From : "Cyberita" <tw9796@pd.jaring.my>